Lokasi di Jakarta Selatan (±18,5 km²; 6°15′ LS, 106°49′ BT)
Cilandak, kawasan di selatan Jakarta yang berbatasan langsung dengan Pondok Indah (barat) dan Fatmawati (timur), menawarkan posisi strategis dengan akses mudah ke pusat bisnis dan area hijau.
Wilayah ini terbagi menjadi tiga kecamatan utama: Cilandak Barat, Cilandak Timur, dan Cipete Utara, masing-masing dengan karakter unik.

Topografi & Ruang Terbuka Hijau
- Taman Plered: Paru-paru kota seluas 3,2 hektar dengan jalur jogging dan area bermain anak
- Sungai Cilandak: Sumber resapan air yang dikelilingi jalur pedestrian
- Elevasi rata-rata 25 mdpl, memberikan sirkulasi udara lebih sejuk dibanding wilayah utara Jakarta
Real Estate Landscape
Jenis Properti
- Landed Houses: Dominasi rumah tapak (50–300 m²) dengan gaya arsitektur modern minimalist (60%) dan colonial revival (30%)
- Apartemen: Unit studio hingga 3BR (25–120 m²), harga mulai IDR 1,2 M–5 M
- Townhouse & Vila: Tren baru di cluster eksklusif dengan harga IDR 8 M–10 M+
Dinamika Pasar
- Pertumbuhan CAGR 5 tahun: ~8% (lebih tinggi dari rata-rata Jakarta Selatan 6,5%)
- Proyek pengembangan 2024-2026: 4 tower apartemen baru dan 2 kompleks townhouse
Infrastructure & Amenities
Pendidikan
- Sekolah internasional: British School Jakarta (kurikulum IB)
- SD-SMA favorit: SDN Cilandak 01, SMPN 235, SMAN 38
Kesehatan
- RS Premier Bintaro (3 km): Fasilitas NICU dan jantung terpadu
- Klinik gigi: Pelita Dental Care dengan layanan digital smile design
Ritel & Kuliner
- Cilandak Town Square (Citos): Pusat hiburan 24 jam dengan 150 tenant
- Pasar Cilandak: Pasar tradisional modern dengan spot kuliner lokal seperti soto betawi & kerak telor
Transportation & Accessibility
Konektivitas Utama
- Jalan TB Simatupang: Poros penghubung ke BSD dan Kuningan
- MRT Fase 2 (2027): Stasiun Cipete Raya akan memperpendek waktu ke Bundaran HI menjadi 15 menit
Waktu Tempuh
- Ke SCBD: 25 menit via Arteri Pondok Indah (non-rush hour)
- Ke Bandara Soetta: 45 menit via Tol Ulujami–Serpong
Proyek Masa Depan
- LRT Jabodebek: Stasiun Cilandak direncanakan terintegrasi dengan Transit-Oriented Development (TOD)
- Flyover TB Simatupang: Solusi kemacetan di persimpangan Ampera
Lifestyle & Community
Demografi
- Populasi 190 ribu jiwa dengan 15% ekspatriat (dominan dari Jepang & Korea)
- Komunitas digital nomad tumbuh 20% per tahun sejak pandemi
Aktivitas Sosial
- Bazaar akhir pekan: Pasar seni & produk UMKM di Lapangan Cilandak Timur
- Kelas kebugaran: Yoga di Taman Plered setiap Sabtu pagi
Keamanan
- 85% perumahan berupa cluster berpagar dengan sistem keamanan 3 lapis (CCTV, patroli, biometric access)
Investment Perspective
Profil Investasi
- Harga tanah: Rp50–80 juta/m² (tergantung lokasi)
- Sewa apartemen: Rp12–25 juta/bulan untuk 2BR
- Yield sewa kotor: 4–6% (lebih stabil dibanding Kemang yang fluktuatif)
Perbandingan Kompetitif
| Parameter | Cilandak | Pondok Indah | Kemang |
|---|---|---|---|
| Harga rata-rata | Rp4,5 M | Rp8 M+ | Rp6 M |
| Yield sewa | 5% | 4,5% | 7% |
| Potensi apresiasi | 7% p.a. | 5% p.a. | 9% p.a. |
Proyeksi 2025
- Pembukaan Cilandak Financial District: Kompleks perkantoran + retail senilai Rp2,5 T
- Kenaikan harga diperkirakan 10% pasca-operasional MRT fase 2
Penutup: Antara Pertumbuhan dan Keberlanjutan
Cilandak menghadapi tantangan khas kawasan urban: tekanan pembangunan vs. pelestarian ruang hijau. Kebijakan green building code yang mulai diterapkan pada proyek baru mungkin menjadi kunci menyeimbangkan kedua kepentingan ini.
Data diolah dari BPS Jakarta Selatan, Laporan Tahunan JLL Property, dan wawancara dengan pengembang setempat.